Universitas Simalungun Terima Bantuan Dua Unit Mesin Toyota

Universitas Simalungun Terima Bantuan Dua Unit Mesin Toyota

Direktur Jenderal Ketahanan & Pengembangan Akses Industri Internasional (Dirjen KPAIII Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan didampingi Direktur PT Toyots Motor Manufacturing Indonesia Ir Yui Hastoro menyerahkan bantuan dua unit mesin kepada pihak Universitas Simalungun (USI).

Bantuan ini langsung diterima Rektor USI Prof Marihot Manullang didampingi Dekan Fakultas Teknik Kataresada Kataren dan ketua prodi, Rolando Sihombing, Jumat (9/2) di Aula Pascasarjana USI, Jalan SM Raja Barat, Kecamatan Siantar Sitasari.

Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan USI Ir Amsar Saragih menyampaikan banyak terimakasih kepada Dirjen KPAIII Kemenperin dan pihak Toyota karena telah meringankan beban pihak yayasan dalam melengkapi prasarana perkuliahan.

Dan dengan bantuan itu, Amsar Saragih berkeyakinan kesempatan lulusan USI akan semakin berpeluang besar untuk melahirkan insiniur dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertaraf nasional dan internasional.

“Kita akan mampu menjadi salah satu universitas yang lebih unggul dan tidak kalah dengan universitas lain. Dengan diserahkannnya bantuan ini kami harap tidak berhenti disini saja. Kami juga ingin dibantu dari SDM sehingga kemampuan kami memahami mesin semakin matang dan setelah mahasiswa melaksanakan praktek, tentu kami juga butuh pengadaan spare part. Dengan demikian peralatan ini lebih dapat difungsikan,” jelasnya.

Dengan bantuan ini, lanjut Amsar Saragih, USI akan terus mengembangkan kemampuan SDM dengan cara lebih peka terhadap issu di sekitar daerah yang berdekatan dengan USI seperti permasalahan pengembangan masyarakat di lingkungan perkebunan, termasuk permasalahan di kawasan industri Sei Mangkei.

”Itu akan mendorong kemampuan USI. Kami juga berharap bagaimana USI menjadi bagian untuk peningkatan kreatif kerakyatan, lewat kerjasama yang baik ini” terangnya.

Sementara itu, Dirjen KPAIII Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, suatu kehormatan bagi mereka atas kehadiran USI menjadi bagian pengembangan sebagaimana juga dalam mendukung Nawacita Presiden RI, Jokowidodo.

Hal ini lahir dari sinergitas dari pemerintah, pihak industri dalam hal ini PT Toyota dan USI.

“Kita berada disini merupakan upaya dalam mengembangkan nusantara,” katanya.

I Gusti mengakui, laut Indonesia menjadi salah satu jalur transportasi laut antar negara. Dimana kapal-kapal Negara asing melaluinya dengan membawa berbagai produksi industri. Untuk itu, dengan adanya perluasan kawasan-kawasan industri seperti Sei Mangkei dapat mendorong produkitifas produksi dan Indonesia menjadi salah satu Negara yang mampu mengekspor berbagai kebutuhan dunia.

“Ada banyak hal yang akan kita bentuk sesuai dengan program studi dan kemauan mahasiswa. Kita tahu populasi kebutuhan tenaga kerja terus meningkat, dan kita harus menyiapkan lapangan-lapangan kesana,” katanya.

Dijelaskan I Gusti, tugas Kementerian salah satunya adalah bagaimana meningkatkan ekspor dan mengurangi import. Salah satunya mengenai logam laksa yaitu membuat besi.

“Kita harus mampu membuatnya sendiri. Kemudian soal industri transportasi, serta bagaimana menyediakan makanan di tengah pertumbuhan penduduk,” terangnya.

Untuk meningkatkan daya saing Indonesia di era globalisasi ini, kata Dirjen KPAIII Kemenperin, ada enam hal yang harus diperhatikan. Pertama penguatan SDM melalui penguatan vokasi industri. Kedua, pendalaman struktur industri, ketiga industri padat karya dan orientasi eksport. “Dalam upaya penyerapan tenaga kerja, industri ini juga akan didorong melalui peningkatan terhadap batas kredit tanpa agunan untuk KUR ini dari Rp25 juta menjadi Rp100 juta dan membuat skema khusus untuk KUR sektor industri dengan model mengacu pada model KIK dan KMKP,” jelasnya.

Kemudian poin keempat, pengembangan IKM dengan platform digital. Kelima pengembangan industri berbasis SDA dan keenam, Pengembangan Perwilayahan Industri. “Hilirisasi adalah pengembangan industri dalam rangka pendalaman dan penguatan struktur industri dalam sektor agro, logam dasar, dan bahan galian bukan logam dan industri kimia dasar berbasis migas dan batubara,” jelasnya.

Tugas kedepan, lanjut I Gusti, termasuk mendorong industri kecil di berbagai daerah untuk memanfaatkan teknologi digital, sehingga pengembangan kemampuan bisa diakses. Dalam hal ini, setiap orang dapat mengembangkan SDM-nya tanpa harus keluar dari daerahnya.

“Kita harus bisa mengembangkan industri tanpa harus keluar daerah,” katanya.

Usia penyerahan bantuan itu, dilanjutkan dengan penyampaian materi kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa yang disampaikan langsung PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Ir Yui Hastoro. Pada intinya, pihak PT Toyota terus berusaha menciptakan insiniur kelas dunia dengan membangun kerjasama kepada dunia pendidikan.

“Sinergitas dengan dunia pendidikan terus dilakukan sehingga lahirlah SDM yang berkualitas,”ucapnya. (pam/esa)

Dikutip dari : MetroSiantar

Related posts

Leave a Comment