Cara Memasang Kode Iklan Google Adsense Menggunakan Plugin Adinserter

Pertama-tama kita harus tau dulu apa itu Ad-Inserter. Ad Inserter adalah plugin WordPress yang berfungsi untuk mengendalikan iklan, serta menempatkan iklan di bermacam posisi sesuai dengan keinginan kita. Plugin wordpress Ad-Inserter ini juga bisa digunakan untuk penayang iklan selain Google Adsense.

Baca Juga : Penayang Iklan Selain Google Adsense

Sebelum kita ke Ad-Inserter, kita harus paham dulu apa Plugin WordPress Ad-Inserter dan fitur-fitur apa saja yang disediakan plugin ini. Ad Inserter adalah plugin dengan banyak fitur yang akan memudahkan Anda dalam meletakkan iklan diwebsite wordpress publisher dengan berbagai fitur yang disediakan plugin Ad-Inserter tanpa harus mengubah kode program tema wordpress Publisher. Berikut ini adalah beberapa fitur unggulan pada plugin wordpress Ad Inserter :

  • Terdapat lebih dari 13 tempat iklan
  • Code preview with visual CSS editorMemiliki Syntax highlighting editor
  • Terdapat 16 kode blok dan (64 kode blok pada versi Pro)
  • Secara otomtis menyisipkan iklan di postingan dan halaman
  • Mendukung iklan melayang atau sticky (Versi Pro)
  • Bisa memasang iklan secara manual di widgets, shortcodes, dan PHP function call
  • Mendukung fitur untuk mendeteksi perangkat pengunjung dengan memasukkan nilai ukuran layar (bekerja dengan caching dan 3 kustom viewports, 6 pada versi Pro)
  • Mendukung iklan melayang atau sticky pada widget
  • Mendukung iklan untuk ditampilkan pada Desktop, tablet dan smartphone
  • Mendukung pengaturan posisi iklan dan kustom posisi iklan
  • Mendukung rotasi iklan (bekerja dengan caching)
  • Mendukung impresi iklan dan pelacakan iklan (Versi Pro)
  • A/B testing (Versi Pro)
  • Mendukung untuk kode header dan footer
  • Mendukung iklan untuk versi AMP
  • Generator kode baner
  • Terdapat kustom CSS class name untuk membungkus divs untuk menghindari ad blockers
  • Pemroses kode PHP
  • Dapat menampilkan pesan popup dan pengalihan halaman ketika terdeteksi menggunakan Ad blocks dan juga mendukung untuk melihat statistik pengunjung dengan Ad block
  • Daftar hitam dan putih untuk IP addresses dan negara (bekerja dengan caching, Versi Pro)
  • Mendukung untuk situs multisite (Versi Pro)
  • Mendukung Google Analytics dan web analytics lainnya
  • Perbaikan mudah dilakukan karena terdapat fitur debugging functions
  • Mendukung penggantian iklan dan perlindungan konten ketika terdeteksi menggunakan Ad blocks (Versi Pro)
  • Daftar hitam dan putih untuk categories, tags, taxonomies, users, post types, post IDs, urls, url parameters, referers
  • Mendukung Geo Targeting (Versi Pro)
  • Mendukung untuk Penjadwalan (Versi Pro)
  • Import/Export block atau pengaturan plugin (Versi Pro)
  • Mendukung via email (Versi Pro)
  • Mendukung Clipboard untuk memudahkan dalam copy code blocks atau settings

 

 

CARA MEMASANG KODE IKLAN

*INSTAL PLUGIN WORDPRESS Ad-Inserter

langkah Pertama yang dilakukan adalah Instal Plugin WordPress Ad-Inserter. Login ke WordPress anda >> Masuk Ke Dashboard >> Pilih Plugin >> Add New >> Ketikkan Ad-Inserter Pada Pencarian (Lihat juga cara instal plugin)Seterlah Ad-Inserter Terinstal pilih activate.

Selanjutnya masuk kemenu Setting >> dan pilih sub menu Ad-Inserter. Anda akan diarah kan pengaturan ad-Inserter

Setelah anda diarah kan kepengaturan perhatikan gambar dibawah, anda akan melihat blok sebanyak 16 slot dan jika menggunakan plugin ver premium maka akan ada 64 slot. plugin ini menyedia 16 blok untuk versi gratis nya, namun bukan berarti semua harus terisi. Gunakanlah slot blok yang disediakan seperlu mungkin dan aturlah peletakan iklan yang sesuai dan tidak melanggar kebijakan Penempatan Iklan Google Adsense (Bila menggunakan Penayang iklan Adsense).

Pada Tampilan Settings  ini Anda akan melihat beberapa pilihan di menu tab, yaitu  :

General

  • Plugin Priority : Biarkan nilai seperti defaultnya yaitu 99999. Hal ini bertujuan untuk agar pengguna plugin pada situs Anda mendapatkan prioritas yang tinggi.
  • Sytax Highlighter Theme : Pada bagian ini Anda dapat memilih tema untuk editor blok. Terdapat banyak sekali tema sekitar 16 tema yang bisa Anda pilih.
  • Output Buffering : Biarkan pada posisi “Disable”, Anda hanya perlu mengaktifkan pilihan ini jika Anda ingin menggunakan pemrosesan kode khusus diatas header.
  • Min. User Role for Execptions Editing : Bagian ini untuk mengatur peran pengguna apa yang bisa melakukan edit pada plugin Ad Inserter. Saya sarankan untuk memilih Administrator agar hanya Administrator saja yang dapat mengatur plugin ini.
  • Sticky Widget Mode : Terdapat pilihan CSS dan Javascript, silahkan meninggalkan ini pada pilihan CSS.
  • Sticky Widget Top Margin : Untuk menentukan margin/jarak secara tepat pada bagian atas widget melekat (nempel ketika di scroll).
  • Block Class Name : Merupakan nama class untuk block Ad Inserter yang ditampilkan di halaman depan situs.
  • Dynamic Blocks : Block dinamis yang digunakan dalam pengaturan block iklan Ad Inserter
  • No Paragraf Counting Inside : Ini berfungsi untuk membedakan bagian tertentu pada artikel untuk tidak dibaca sebagai paragraf. Misalnya jika didalam paragraf terdapat tag li (list) tidak dihitung dalam penghitungan paragraf.
  • Functions for Paragraph Counting : Ini berfungsi untuk menghitung jumlah paragraf pada artikel (untuk penerapan iklan di dalam artikel atau yang berisi paragraf), Jika blog Anda bukan berbahasa inggris, silahkan untuk memilih Multibyte.

Dan Beberapa fungsi Menu Tab Lainnya

Viewport

Pada bagian “Viewport” ini Anda bisa mengatur ukuran layar untuk plugin Ad Inserter. Sebagai contoh untuk ukuran dekstop min-width 980px dan tablet min-width 768px dan dibawah kedua ukuran tersebut akan terdeteksi sebagai mobile.

Footer

Pada bagian ini sama dengan pada bagian header diatas, dimana Anda tidak perlu membuka file footer.php untuk memasang kode iklan. Anda hanya perlu memasang kode pada editor dibagian ini untuk footer.

Hooks

Pada bagian “Hooks” ini berguna untuk penyisipan otomatis pada posisi kustom dimana hook digunakan menggunakan fungsi do_action () WordPress. Terdapat 2 kustom hook untuk lisensi gratis.

Debugging

Pada bagian ini berguna untuk merekam atau mendeteksi jika terjadi kesalahan. Anda hanya perlu mengaktifkannya dengan mencentang pilihan ini. Jika terdapat kesalahan maka semua akan terdeteksi dan akan terdapat laporan untuk Anda.

Header

Pada bagian ini sama dengan editor blok iklan, jika Anda ingin menempatkan iklan pada bagian header maka tidak perlu membuka file header.php tapi Anda cukup memasang kode tersebut pada bagian editor ini.

Ad Blocking

Pada bagian ini berguna untuk mendeteksi pengguna yang mengaktifkan Add ons Ad blocking untuk menangkal iklan, jadi jika pengguna terdeteksi menggunakan ad block maka Anda bisa menampilkan pesan popup dan redirect ke halaman lain. Untuk versi pro memiliki lebih banyak pilihan seperti memblokir konten.

*MEMASUKKAN KODE IKLAN DARI PENAYANG IKLAN

Disini sebagai contoh, kita menggunakan Google Adsense. Kunjungi Halaman Google Adsense dan Sign In

Setelah anda masuk, Salin Kode Iklan. Misalkan seperti gambar dibawah, disini admin ingatkan kembali admin menggunakan penyedia Iklan Google Adsense.

Setelah Kode disalin, kembali kehalaman Pengaturan Plugin Ad-Inserter wordpress anda. Sebagai contoh, kita akan tempel kode iklan di blok 1. Klik kanan dan Paste  (CTRL +V).  Maka kode akan tertempel di blok 1, Perhatikan gambar dibawah ini :

Setelah kode iklan ditempel pada blok 1, kemudian kita masuk kepengaturan yang dibawah :

Pilihan Automatic Insertion :

Disabled » Menonaktifkan pemsangan iklan Adsense ditempat tertentu (Admin sendiri menggunakan disable).
Before Post » Memasang iklan Adsense sebelum postingan.
Before Content » Memasang iklan Adsense sebelum konten.
Before Paragraph » Memasang iklan Adsense sebelum paragraph tertentu.
After Paragraph *) » Memasang iklan Adsense setelah Paragraf tertentu.
After Content » Memasang iklan Adsense setelah konten.
After Post » Memasang iklan Adsense sesudah postingan.
Before Excerpt » Menampilkan iklan Adsense pada halaman depan blog tepat di atas deskripsi artikel.
After Excerpt » Menampilkan iklan Adsense pada halaman depan blog tepat di bawah deskripsi artikel.
Between Post » Menampilkan iklan Adsense pada halaman depan di antara artikel.
*) After Paragraph bisa digunakan untuk meletakkan iklan Adsense di tengah-tengah artikel atau dipragaraf tertentu, misalkan di pragraf 3.

Pilihan Alignment & Stlye :

Default » Pengaturan default, tanpa alignment (Admin memilih pilihan ini).
Align Left » Rata kiri.
Center » Rata tengah.
Align Right » Rata kanan.
Float Left » Melayang rata kiri.
Float Right » Melayang rata kanan.
Custom CSS **) » Pengaturan custom css, sesuai keinginan.
No Wrapping » ??? tanpa pengaturan.
**) Dengan memilih Custom CSS, ini mengaktifkan pengaturan manual CSS sesuai keinginan siPublisher atau pemilik web.

  • Search Pages : Pilihan ini untuk menampilkan blok iklan agar tampil di halaman hasil pencarian.
  • Posts : Pilihan ini untuk menampilkan blok iklan pada postingan.
  • Tag / Archive Pages : Pilihan ini untuk menampilkan blok iklan pada halaman tag atau halaman arsip.
  • Homepage : Pilihan ini untuk menampilkan blok iklan di halaman beranda.
  • Static Pages : Pilihan ini untuk menampilkan blok iklan pada page atau halaman.
  • Category Pages : Pilihan ini untuk menampilkan blok iklan agar tampil di halaman kategori.

Setelah pengaturan Ad-Inserter anda tentukan, silahkan pilih Save All Setting (Peringatan jangan terlalu lama menyetting, ketika disave maka akan error dan muncul notifikasi time is out) . Sesudah Pengaturan disave dan masuk kehalaman baru, kode akan menempel diblok 1 tapi blok yang anda isi tadi(blok1) tulisannya akan tetap warna hitam.

Pengaturan belum sampai disini, untuk menampilkan dihalaman utama kita masuk ke Menu Tampilan (Appearance) dan pilih Widgets. Perhatikan gambar dibawah :

Setelah anda menambah widget baru pada posisi Home Main Content Area, maka akan muncul seperti gambar dibawah :

Setelah itu, anda kembali ke pengaturan Ad-Inserter. Maka warna blok tempat kita menempelkan kode (mis blok 1) akan berubah dari warna hitam menjadi warna biru, dan iklan siap tampil di tempat yang ada pilih.

 

Ini adalah contoh peletakan iklan pada home main content area, aturlah sebaik mungkin agar peletakan iklan tidak mengganggu visitor atau pengunjung Website WordPress Anda. Karena apabila kita menempatkan iklan terlalu banyak,  website akan lambat, pengunjung bingung saat berkunjung ke website anda, dan bisa jadi izin iklan anda akan dicabut kembali oleh Penyedia Iklan (Google Adsense) karena ada traffic yang tidak wajar pada akun Google Adsense akibat ketidaksengajaan pengunjung mengklik iklan yang tampil pada website Publisher.

Related posts

Leave a Comment